RSUD Undata
PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong RSUD Undata untuk terus berbenah. Caranya adalah menjadikan perbaikan berkelanjutan, atau filosofi kaizen, sebagai budaya kerja. Semangat itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik rumah sakit.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, di Palu, Kamis. Ia mengajak seluruh jajaran rumah sakit berani melakukan perubahan.

“Berani kaizen! Lakukan perubahan secara bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan Undata. Kalau pelayanannya bagus, pasti masyarakat sendiri yang mencari kita,” kata Reny.

Dimulai dari Hal-Hal Kecil

Pesan itu disampaikan saat membuka Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen di Gedung Pogombo. Dalam kesempatan itu, Reny mendorong pelayanan prima yang konsisten.

Menurutnya, penerapan kaizen bisa dimulai dari hal kecil yang berdampak besar. Ia pun memberi contoh nyata di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Di sana, pasien sebaiknya disambut perawat dengan penampilan rapi dan tutur kata santun. Respons yang cepat juga penting. Dengan begitu, pasien merasa aman dan kondisi psikologisnya tetap stabil.

Kaizen dan Efisiensi RSUD Undata

Lebih lanjut, Reny mengaitkan kaizen dengan efisiensi operasional. Manfaatnya cukup luas.

Beberapa di antaranya memangkas waktu tunggu pasien dan mengurangi pemborosan alat serta biaya. Selain itu, keselamatan pasien juga bisa ikut meningkat RSUD Undata .

Meski begitu, Reny mengingatkan satu hal penting. Perubahan ini harus dilakukan konsisten, bukan sekadar formalitas sesaat.

“Jangan hari ini sudah dilakukan, besok malah dilupakan,” ujarnya.

Sekilas soal Filosofi Kaizen

Sebagai informasi, kaizen merupakan istilah dari Jepang. Maknanya adalah perbaikan yang dilakukan sedikit demi sedikit, tetapi terus-menerus.

Prinsipnya sederhana. Alih-alih menunggu perubahan besar sekaligus, setiap orang didorong memperbaiki proses kerja setiap hari. Lama-kelamaan, perbaikan kecil itu menumpuk menjadi peningkatan yang signifikan.

Dalam konteks rumah sakit, pendekatan ini dinilai pas. Sebab, banyak persoalan layanan justru bermula dari hal-hal kecil yang luput diperhatikan.

Dengan penerapan kaizen yang berkesinambungan, Reny optimistis RS Undata bisa terus bertransformasi. Harapannya, rumah sakit ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan terbaik di Sulawesi Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *